Tulis & Tekan Enter
Logo
images

Forkopimda memberikan statement setelah divaksin dan meyakinkan maysrakat bahwa vaksin COVID-19 aman

PENCANANGAN VAKSINASI COVID-19 DI KAB. PAMEKASAN: BUPATI PERTAMA, DILANJUT FORKOPIMDA DAN PEMUKA AGAMA

Pamekasan— Kemarin (27/1) dilaksanakan acara besar dalam upaya mengurangi angka orang terpapar COVID-19, yakni pemberian vaksin COVID-19. Pencanangan vaksinasi yang dilakukan di dua tempat yakni Pendopo Ronggosukowati dan UPT Puskesmas Kowel. Forkopimda, direktur Rumah Sakit di Pamekasan, Kepala Dinas Kesehatan, dan pemuka agama yang dihadiri oleh Ketua PD Muhammadiyah dan perwakilan dari MUI divaksin di Pendopo Ronggosukowati. Sedangkan Wakapolres, Camat Pamekasan, dan para Ketua Organisasi Profesi Kesehatan Cabang Pamekasan divaksin di UPT Puskesmas Kowel. Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menjadi orang pertama yang mendapat vaksin COVID-19 keluaran Sinovac tersebut. Dokter yang bertugas menyuntikkan vaksin adalah dr. Tri Puspita Nirmala dari UPT Puskesmas Teja.

Proses vaksinasi COVID-19 telah ditetapkan dengan menyediakan 4 meja. Meja pertama adalah untuk pendaftaran, dimana peserta vaksin mendaftarkan diri, mencocokkan data diri dengan database yang telah dimiliki tim vaksinator. Dilanjutkan ke meja dua, peserta vaksin melakukan screening, menjawab pertanyaan terkait kesehatan dan menentukan apakah peserta masuk kualifikasi orang yang bisa menerima injeksi vaksin COVID-19. Barulah di meja 3 peserta vaksin mendapat suntikan vaksin, dan dilanjutkan ke meja 4 yakni pendataan. Meja 4 inilah tempat dimana peserta mendapatkan kartu tanda vaksinasi COVID-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Peserta yang sudah disuntik vaksin COVID-19 diwajibkan duduk selama 30 menit di pos vaksinasi untuk mengantisipasi jika ada efek yang bisa langsung ditangani oleh petugas kesehatan.

Proses ini juga dilakukan oleh Bupati Pamekasan dan jajaran Forkopimda. Hal ini terbukti efektif dan berguna, karena tidak semua orang bisa menerima vaksin COVID-19. Ketua DPRD tidak bisa menerima vaksin COVID-19 kemarin karena keadaan kesehatan yang tidak memenuhi syarat. Hal yang sama juga terjadi pada Sekretaris Daerah yang tidak lolos screening kesehatan. Namun hal ini bukan berarti peserta yang tidak lolos screening tidak mendapat vaksin. Bagi peserta yang keadaan kesehatannya memungkinkan untuk divaksin di lain hari, maka jadwal pemberian vaksinnya akan dialihkan ke lain hari.

Selang 30 menit setelah divaksin, Bupati dan jajaran Forkopimda memberikan statement mengenai vaksinasi COVID-19. “Saya tidak merasakan sakit, bekas vaksinnya juga tidak ada memar”. Selain Bupati, Ketua PD Muhammadiyah dan perwakilan MUI juga memberikan pernyataan bahwa vaksin COVID-19 halal dan aman. Selain itu, melakukan vaksinasi COVID-19 juga merupakan ikhtiar yang dilakukan manusia di saat pandemi seperti saat ini. Ketua PD Muhammadiyah Daeng Ali Taufik memuji keprofesionalan tim vaksinator, “Saya rasakan vaksinasi yang baru dilakukan ini, luar biasa, tidak merasakan sakit. Berarti petugas yang memvaksin profesional”.

Pencanangan vaksinasi ini adalah langkah awal pemberian vaksin di Pamekasan, juga merupakah momen penting di masa pandemi. Semoga dengan adanya vaksin COVID-19 yang diberikan kepada 70% masyarakat akan membangun herd immunity yang pada akhirnya bisa mengalahkan COVID-19.



Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Tinggalkan Komentar